Oleh Wahyu Agung Prasetyo
Korek api menyulut kebanggaan
Cahanya redup digantikan lampu jalanan
Mawar merah berhimpitan dalam genggaman
Bau harumnya menyengat mata
Tak ada mawar putih yang layu
Sedih itu, marah itu, senang itu, memudar
Pada kesejahteraan, apakah itu?
Jika itu dari semangat, mengapa yang tertindas dihidup-hidupkan?
Jika itu sebuah perjuangan, mengapa yang bukan mawar ditinggalkan?
Jika itu untuk kecukupan, mengapa serbuk sari itu berceceran di tanah?
Tangan itu masih menggenggam mawar merah, tak tahu kan menghitam
Mungkinkah mawar itu terbang dan berjatuhan, seperti hujan
Tanpa seringai seraya meniup kegelisahan
Kaki-kaki yang berlarian itu masih menyanyikan kedinginan
Jarum jam adalah arah pada kesejahteraan
Last modified: 09 Mei 2016
