Pembubaran Paksa Aksi Bentuk Kegagalan Demokrasi

Massa aksi yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) memperingati New York Agreement pada Kamis pagi (15/8). Peringatan New York Agreement dilakukan dengan longmarch dari stadion Gajayana menuju Balai Kota Malang. Namun baru sampai di perempatan BCA Jalan Kahuripan, massa aksi yang

Peringatan New York Agreement: Menuntut Kebebasan Menentukan Nasib Sendiri

Kamis pagi (15/08) massa aksi peringatan New York Agreement memadati Stadion Gajayana Malang. Massa aksi merupakan gabungan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP). Massa aksi terdiri dari 43 orang. Mereka berkumpul pada pukul 08.30 WIB lantas melakukan longmarch dengan tujuan akhir Balai Kota Malang. New York Agreement merupakan perjanjian antara

Tuntut Hak-hak Buruh Penyandang Disabilitas

Massa aksi memadati Balai Kota Malang dalam peringatan Hari Buruh Internasional (01/05). Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Rakyat Malang Bersatu (ARMB). Ada 16 tuntutan yang dibawa oleh ARMB, salah satunya menuntut ketegasan mengenai hak-hak difabel dalam aspek ketenagakerjaan, fasilitas pendidikan dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Anjas Rusmono, dalam orasinya menuntut diterapkannya hak inklusi bagi buruh penyandang

Luthfi Chafidz; PHK Masih Terus Terjadi Di Kota Malang

Rabu pagi (01/05) bertepatan dengan hari Buruh Internasional, elemen mahasiswa dan buruh berkumpul di depan Balai Kota Malang. Mereka  melakukan aksi serta orasi menuntut pemenuhan hak-hak buruh. Anggota Front Persatuan Buruh Indonesia (FPBI), Khoirul Anam menyatakan Pemutusan Hak Kerja (PHK) sepihak yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku menjadi salah satu tuntutan mereka. Khoirul Anam merupakan

Buruh Terus Perjuangkan Upah

Ratusan buruh melakukan aksi dalam rangka memperingti hari buruh (01/05). Aksi yang dilakukan setiap satu Mei ini diikuti kurang lebih 30 Organisasi yang bersatu dalam Aliansi Rakyat Malang Bersatu (ARMB). Masa yang berkumpul kemudian menggelar orasi, puisi, teater, dan membacakan tuntutan. Berdasarkan keterangan dari Agung Feri sebagai Koordinator Lapangan, ada

Buruh Alami Diskriminasi Pemberian Jaminan Sosial

“Jaminan sosial itu adanya cuma BPJS, itu pun sebagian kecil dan tidak semuanya dapat,” tutur Agustin Lestari dalam aksi Hari Buruh yang bertempat di Balai Kota Malang, Rabu (1/5). Jaminan sosial lain seperti cuti tahunan, cuti hamil, dan uang pesangon PHK tidak pernah disediakan oleh pihak pabrik tempatnya bekerja. “Sudah

Cuti Tahunan Buruh Yang Tidak Terpenuhi

“Setiap kebijakan tidak banyak membawa perubahan, karena para buruh masih diambang kemiskinan! Para buruh membutuhkan keadilan dan kesejahteraan, bukan kesengsaraan, betul tidak?” Begitulah lirik orasi seorang laki-laki diatas panggung kreasi dalam rangka memperingati hari Buruh Internasional (May Day). (1/5) Puluhan buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Malang menyuarakan