Diskusi “Seperti Dendam Wadas Harus dikawal Tuntas” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Yogyakarta mendapatkan sejumlah serangan siber (cyber attack) dari beberapa akun tidak dikenal pada Minggu malam (09/01). Diskusi yang diikuti oleh 224 peserta tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform zoom meeting yang mana link zoom meeting dibagikan kepada peserta melalui grup whatsapp peserta yang telah disediakan panitia.
Acara diskusi pada mulanya berjalan lancar di mana acara dibuka oleh Kirana dari pengurus Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PPMI DK Yogyakarta. Ia juga memperkenalkan pemantik dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, dan pers mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kemudian acara diserahkan pada moderator yakni Adil dari PPMI Yogyakarta. Upaya serangan terjadi saat Adil menyampaikan pengantar diskusi, kemudian disusul oleh masuknya akun-akun dengan nama Moto g, shobbit, name less, dan john. Saat akun-akun tersebut bergabung di ruang zoom meeting terjadi kegaduhan karena akun-akun yang bersangkutan menyalakan mikrofonnya.
Lanjut, disusul oleh akun bernama Moto g yang melakukan share screen tanpa seizin dari panitia. Adapun konten yang ditampilkan adalah konten tidak senonoh yakni menampilkan alat kelamin dari pemilik akun Moto g yang merupakan seorang pria, kejadian ini hanya berlangsung kurang dari satu menit dan layar berubah menjadi green screen yang bertuliskan kata-kata dan gambar yang tidak senonoh oleh beberapa akun tersebut.
Kendati demikian, usaha Panitia dari PPMI Yogyakarta mengatasi akun-akun “penyerang” tersebut tidak berbuah baik, yakni dengan cara mengeluarkan akun-akun yang tidak bertanggung jawab tersebut, menonaktifkan fitur share screen untuk semua akun kecuali host, dan mengunci ruangan zoom meeting. Akhirnya, setelah terdapat kembali akun yang mengaktifkan kamera dan menampilkan alat kelaminnya yakni akun atas nama Sara, room meeting untuk diskusi ditutup oleh panitia.
Tindakan penyerangan ini direspons oleh beberapa peserta diskusi di mana banyak yang berpendapat bahwa hal ini memang sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak ingin diskusi terkait wadas dilaksanakan. Komentar-komentar bermunculan di kolom chat zoom dengan tagar #CabutIPLWadas #WadasTolakTambang #WadasMelawan. Tanggapan lain juga disampaikan oleh Jusman Rusman selaku peserta di mana ia menyampaikan bahwa kejadian peretasan pada diskusi PPMI adalah bentuk tindakan yang membatasi gerak demokrasi berekspresi untuk menyuarakan pendapat via online (zoom) dari negara dan pengusaha pertambangan dalam hal ini yang bercokol di Wadas.
“Kejadian tadi (cyber attack) sangat menunjukkan bahwa tidak ada ruang yang aman atau dijamin keamanannya untuk warga negara saling bercakap-cakap terhadap kondisi negara,” tegas Adil. Demi menghindari peretasan kembali, panitia dari PPMI Yogyakarta akhirnya melaksanakan diskusi via youtube dan yang masuk room zoom hanya dari panitia dan penanggap saja. []
Sumber: live streaming zoom meeting diskusi PPMI
Last modified: 10 Januari 2022

