Written by 23:10 Berita Kampus

Maba FK Tak diikutkan Materi OPAK-U Hari Kedua

Mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran (FK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang,    tidak diikutsertakan dalam rangkaian agenda Orientasi Pengenalan Akademik Universitas (OPAK-U) hari kedua (18/8). Pada hari kedua pelaksanaan OPAK-U, maba FK melaksanakan Orientasi Fakultas (OSFAK) di Rumah Sakit Soepraoen dengan dosen pembimbing akademik. Padahal, dalam susunan acara yang telah dibuat, hari itu terdapat materi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UIN Maliki Malang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Hasan Abdillah selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U). “Untuk hari kedua tidak ada sosialiasi tentang UKM,” ungkap Hasan. Namun menurutnya, hal tersebut dikarenakan kepanitiaan OSFAK untuk maba FK diambil alih oleh dokter-dokter yang akan direkrut menjadi dosen di fakultas tersebut. “Ya, itu permintaan dari panitia yang sana supaya hari kedua, maba fakultas kedokteran tidak bisa ikut di hari kedua,” imbuhnya.

Padahal, beberapa maba FK juga ingin mendapatkan materi pengenalan UKM. “Ya pengen sih, Kak. Biar tau juga UKM-nya apa aja dan kayaknya seru”, ucap Cholis Nur Aini salah satu maba FK. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk berorganisasi di kampus.

Menurut Hasan, materi pada hari kedua OPAK-U tersebut sangat penting karena maba harus mengetahui organisasi mahasiswa apa saja yang ada di universitas. Pasalnya, keikutsertaan mahasiswa dalam oganisasi juga sangat penting. “Organisasi itu penting sekali karena dapat menumbuhkan jiwa  kepemimpinan dan mengurangi sifat idealis seseorang,” ujarnya.

Selain itu, Mujaid Kumkelo selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan juga menyebutkan alasan lain mengenai ketidakikutsertaan maba FK dalam pelaksanaan OPAK-U hari kedua. Ia menyebutkan bahwa pada hari itu, maba FK memang akan diberikan materi khusus yang berhubungan dengan bidang kedokteran.

Menurut Mujaid, pengenalan UKM kepada maba FK tidak hanya bisa dilakukan secara langsung, seperti saat OPAK-U. Namun, juga bisa dilakukan dengan membaca buku profil UKM yang ada di UIN Maliki Malang. Mujaid juga menambahkan, UKM harus jeli dalam menarik minat maba untuk berorganisasi. Pasalnya, selama ini UKM hanya berada di kampus I. Sedangkan tempat perkuliahan maba FK berada di kampus II. Sehingga, jika maba FK ingin mengikuti UKM, maka mereka harus menuju kampus I. Sementara, menurut penuturan Mujaid, hingga saat ini pihak kemahasiswaan belum ada upaya untuk memfasilitasi mahasiswa FK dalam hal itu. Seperti alat transportasi yang bisa mereka pergunakan menuju kampus I. “UKM harus jeli dalam menarik minat mereka tanpa ada fasilitas. Jika mereka sangat berminat, mereka juga akan berusaha untuk ikut UKM walaupun jaraknya jauh,” ucap Mujaid.

Muhammad Rudi Habibie, Ketua UKM Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M), menganggap maba FK mendapatkan perlakuan berbeda karena ketidakikutsertaan mereka dalam pelaksanaan OPAK-U hari kedua. “Ya lucu, soalnya mereka tidak bisa ikut kenal UKM,” ucapnya. Lebih lanjut, menurut Rudi, nilai akademik yang didapatkan mahasiswa di bangku perkuliahan saja masih tidak cukup dijadikan sebagai modal bagi maba FK untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, mereka juga perlu bergabung dalam organisasi. []

(Visited 11 times, 1 visits today)

Last modified: 20 Agustus 2016

Close