Written by 13:45 Berita Kampus

Ngeyel, Dosen Syariah Langgar Peraturan Hari Bumi

Karikatur - Sasmita NV

Karikatur – Sasmita NV

Peringatan Hari Bumi (22/4) di lingkungan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang tidak disambut dengan baik oleh sebagian civitas akademika. Terbukti, masih dijumpai oknum yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Berdasarkan surat edaran nomor: Un.3/Kp.01.2/I.436/2015 yang ditandatangani oleh Rektor UIN Maliki Malang, seluruh civitas akademikadiharapkan dapat menyukseskan peringatan tersebut, dengan tidak menyalakan kendaraan bermotor dan tidak merokok di area kampus selama pukul 06.00-17.00 WIB.

Sa’ad Ibrahim, salah satu dosen Fakultas Syariah tertangkap basah memasuki area kampus menggunakan mobil sedan putihnya. Sekitar pukul 07.30 WIB, mobil tersebut melewati perempatan Fakultas Psikologi. Padahal, saat itu terdapat dua orang panitia yang sedang berjaga di sana, Ni’matul Izza dan Hadi Sucipto. Salah satu dari mereka bergegas mengejar mobil tersebut dan menemui pemiliknya. Namun sayangnya, Sa’ad tetap ngeyel dan tidak mau disalahkan ketika diperingatkan. Pasalnya, saat itu dia terlambat dan harus segera mengajar.

Ulah dosen yang mengampu mata kuliah Ushul Fiqh tersebut membuat geram panitia. “Tadi sudah dikejar orangnya, tapi tetap ngeyel dengan berbagai alasan. Memang gak mau diatur orangnya,” ujar Hadi Sucipto, ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Tursina tahun 2015.

Sa’ad memarkir mobilnya tepat di depan Gedung Fakultas Syariah. Padahal, panitia telah memusatkan tempat parkir mobil di tiga titik, yaitu di mabna putra, depan klinik, dan depan gedung B. Sehingga, tidak ada satu pun mobil yang memasuki area kampus. Pelanggaran yang dilakukan Sa’ad pun tidak berhenti sampai di sana. Sekitar pukul 12.30 WIB mobil sedan putih miliknya kembali melaju meninggalkan area kampus, melewati pos panitia.

Kali ini, panitia yang menyaksikan hal tersebut tidak berkutik sedikit pun. Mereka mendiamkan dosen tersebut tanpa ada tindak peneguran. “Ya mau bagaimana lagi, orang itu memang sudah bolak-balik melanggar. Tahun-tahun kemarin juga begitu,” tambah Hadi. Ketika dimintai konfirmasi, Sa’ad hanya menjawab melalui pesan singkat yang berisi permintaan maaf karena sedang banyak agenda. Sehingga tidak bisa ditemui.

Hadi berdalih bahwa hukuman sebenarnya tidak diperlukan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, secara tidak langsung pelanggar akan mendapatkan sanksi moral. Orang yang mengetahui pelanggaran tersebut pasti akan memberi cap buruk terhadap pelakunya. “Kalau mau ngasih hukuman,gak bisa.Ya kesadaran aja yang diperlukan,” timpal Atik Billah Naja, mantan ketua umum UKM Mapala Tursina tahun 2014.

Tidak hanya panitia yang merasa geram dengan sikap Sa’ad. Imrotul Mufidah, salah satu mahasiswi Fakultas Syariahjuga merasakan hal serupa. Menurutnya, Sa’ad juga harus menghargai aturan yang telah ditetapkan. Apalagi, mahasiswa ataupun dosen lain juga sudah berusaha untuktidak menggunakan kendaraan bermotor untuk memperingati Hari Bumi. “Orang hukum sudah sepatutnya menaati aturan. Bukan malah melanggar,” ujarnya. <strong>[Luluk Khusnia]</strong>

(Visited 17 times, 1 visits today)

Last modified: 02 April 2016

Close