Written by  _&_  09:20 Berita Kampus, Straight News

Riwayat Penyakit Sebabkan Maba Tidak Mampu Mengikuti PBAK Secara Maksimal

Sebanyak 17 mahasiswa baru tidak kuat menyelesaikan kegiatan hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Universitas (PBAK-U) pada Senin (22/08) karena alasan kesehatan. Sesuai arahan panitia, seluruh mahasiswa telah berkumpul di lapangan sejak pagi hari. Kegiatan PBAK-U sendiri dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga sore hari.


Mahasiswa yang jatuh sakit dirawat di ruang lantai dua gedung B. Nabila Juliet Itsna Alfa, salah satu anggota KSR-PMI, menyebutkan bahwa menurut arahan dokter yang bertugas mahasiswa yang sakit belum boleh kembali ke mabna masing-masing. Menurutn Nabila, banyaknya mahasiswa baru yang tumbang disebabkan karena mereka tidak sarapan, ia juga menambahkan bahwa beberapa mahasiswa memang sudah sakit atau mempunyai riwayat penyakit, seperti maag. Nabila juga menegaskan bahwa mahasiswa baru harus tau proporsi kesehatan masing-masing. Selain itu, menurutnya mahasiswa yang dari awal sudah mempunyai mindset (sugesti) kurang bagus terkait apa yang akan terjadi nanti di kegiatan PBAK dapat menimbulkan rasa down.


Muhammad Multazim, salah satu mahasiswa baru dari program studi Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) yang tidak kuat mengikuti rangkain kegiatan PBAK-U mengatakan jika mereka harus kumpul di lapangan utama pada pukul 06.00 WIB dan melakukan persiapan dari pukul 04.00 WIB. Ia mengaku bahwa dari awal memang kondisinya kurang fit sehingga pada saat PBAK berlangsung ia memilih mengundurkan diri.


Ah Sa’roni selaku ketua pelaksana PBAK-U menyebutkan bahwa antisipasi bagi mahasiswa yang sakit saat PBAK-U berlangsung sepenuhnya tanggung jawab dari KSR-PMI. Panitia PBAK-U, terutama dari divisi pendamping hanya berperan sebagai penyambung antara mahasiswa yang sakit maupun yang mempunyai riwayat penyakit tertentu untuk mengomunikasikan kondisinya agar panitia tahu dan dapat mengambil keputusan terkait keikutsertaan serta penugasan mereka. “Karena ini  menyangkut paut tentang kesehatan, oleh karena itu harus sesuai dengan porsinya masing-masing,” terang Ah Sa’roni.


Ah. Sa’roni mengaku bahwa beberapa wali santri sempat konfirmasi dan bertemu dengannya untuk menginformasikan bahwa anaknya memiliki riwayat penyakit sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan PBAK-U secara maksimal. Menanggapi hal itu, Sa’roni menyebutkan bahwa panitia akan memberikan keringanan terkait hal apapaun yang ada di PBAK-U. Bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan PBAK-U karena memiliki riwayat penyakit bisa mengikuti kegiatan PBAK-U secara daring. []


Editor: Faris Rega Riswana

(Visited 85 times, 1 visits today)

Last modified: 03 September 2022

Close