Ilfi Nur Diana, Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, dalam penyampaian materinya di depan peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Universitas (PBAK-U) 2022 tanggal 22 Agustus 2022, ia menyinggung tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pembahasan yang disampaikan pun terdengar menimbulkan gemuruh penolakan dari 3.864 mahasiswa baru, gemuruh penolakan itu timbul saat Ilfi berkata, “kalau bilang mahal akan saya naikkan lagi”.
Beberapa kalimat setelah itu, Ilfi juga menyampaikan rasa herannya pada mahasiswa baru, “masak hari gini dapet UKT satu juta sekian, mau ke surga kok minta murah?” tutur Ilfi. Selain itu, Ilfi juga menyampaikan bahwa membayar UKT harus dengan ikhlas, dan menerima ukt harus dengan ikhlas juga, supaya mendapat rezeki yang banyak dan keberkahan.
Pernyataan Ilfi di atas dirasa tidak adil oleh DJ Tekhen, mahasiswa Psikologi asal Malang ini merasa bahwa penghasilan agen telur milik ayahnya tak selaras dengan pendapatan ayahnya. Penghasilan perbulan rata-rata ayahnya sebagai distributor telur hanya berkisar dua juta per bulan, sementara jumlah nominal UKT Tekhen adalah di atas tiga juta. Belum lagi, ayahnya memiliki tanggungan lain untuk membiayai adiknya. Yang hal ini membuat ia merasa ukuran UKT-nya mahal bagi keluarga yang membiayainya. Ia juga menyampaikan bahwa ada niatan untuk melakukan banding UKT di semester depan, agar beban yang dirasakan ayahnya sedikit berkurang.
Ilfi dalam pidatonya juga sempat menjanjikan kepada mahasiswa baru, bahwa UKT yang dibayarkan sekarang akan sama hingga waktu lulus tiba, ia juga menyampaikan bahwa sudah enam tahun kampus tidak menaikkan UKT, dengan alasan sangat sayang pada mahasiswanya. Adapun bila UKT dirasa tak sesuai, Dosen fakultas ekonomi ini menyampaikan bahwa UKT bisa dikurangi dengan cara banding UKT. Ia menyebutkan bahwa ada tiga syarat untuk mengajukan banding UKT: Syarat pertama orang tua meninggal, kedua di-PHK, dan terakhir terdampak bencana.
Sementara itu, Bq Nirina Zahira, Mahasiswi baru Fakultas Saintek asal Lombok berniat mengajukan banding, namun dari orang tuanya sendiri mencegah dengan alasan akan ribet. Meski orang tuanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menyanggupi untuk membayar uang kuliah tunggalnya. Nirina menduga bahwa tanggapan orang tua atas nominal UKT-nya muncul karena ia anak pertama dan belum ada tanggungan lain selain dirinya. Kendati demikian, Narina yang masih memiliki tiga adik tersebut merasa tidak nyaman dengan nominal UKT-nya 6.749.000 rupiah.
Dilansir dari data reportase kompas.id Juli 2022 dengan judul “Orang Tua Indonesia Makin Sulit Biayai Kuliah Anak”, peningkatan gaji orang Indonesia tidak mampu mengimbangi biaya pendidikan tinggi untuk anaknya di masa depan. Kenaikan biaya rata-rata perguruan tinggi lebih tinggi dari kenaikan gaji. Bila ditaksir, dalam kasus Nirina, misalnya, orang tuanya adalah lulusan sarjana, maka tabungan orang tua Nirina yang disisihkan akan mencapai angka 104,5 persen dari penghasilannya sejak Nirina lahir hingga tahun ini menjadi mahasiswa baru.
Artinya Nirina akan bisa menyelesaikan kuliahnya dengan tabungan yang disisihkan orang tuanya sejak ia lahir hingga sekarang menjadi mahasiswa, namun di lain sisi ia mempunyai tiga orang adik, yang berarti orang tua Nirina menabung total 60 persen penghasilannya untuk adik-adik Nirina agar bisa berkuliah sama seperti Nirina.
Begitu pula, Alfan Ahsanul Haq mahasiswa prodi Farmasi asal Kalimantan Selatan terkait masalah surgawi yang disampaikan wakil rektor di awal tidak sepatutnya disampaikan, “Ya, agak nggak tega ya. Kalau surga itu kan sebenarnya gratis bagi yang mau, mau ke surga ya dapat surga,” pungkasnya. []
2022 maba uin malang PBAK UKT Tinggi
Last modified: 03 September 2022


keren, maba sekarang sudah banyak yang mau beropini depan publik. salut sih. tulisan UAPM INOVASI juga bebener informatif jadi memahami situasinya jadi lebih gampang dan cepat.