Written by  _&_  08:30 Berita Kampus, Straight News • 4 Comments

Mahasiswa Baru Keluhkan Keterbatasan Ruangan pada PBAK Kampus 3 UIN Malang, Panitia: Ada Beberapa Hal di Luar Perhitungan Kami

Malang, (18/08/25) – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2025 dilaksanakan di gedung Ar-Rahim yang baru diresmikan. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan PBAK Kampus 3 UIN Malang pada tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan di luar ruangan, menggunakan terop atau tenda di sebelah gedung ma’had Al-Khawarizmi.

Namun, berpindahnya tempat pelaksanaan PBAK ternyata dihadapkan pada keterbatasan ruangan, yang dikeluhkan oleh mahasiswa. Salah satunya Nazila, mahasiswa baru Program Studi Sastra Inggris. Menurut keterangannya, kegiatan menjadi kurang efektif ketika mendapat tempat duduk di luar ruangan hall utama. 

“Aku dapat di luar, selalu dapat di luar, karena terlambat mengantri masuk ruang hall utama dan ruangannya juga terbatas. Jadi ngantuk sih, karena enggak kerasa vibes PBAKnya, gitu,” terangnya. 

Fitra Nanda, selaku koordinator divisi acara berterus terang ada sedikit kendala mengenai pelaksanaan PBAK di kampus 3 terkait kapasitas ruangan yang kurang memadai. Ruang hall utama yang menjadi tempat pelaksanaan utama tidak dapat menampung seluruh mahasiswa baru kampus 3. Kurang lebih setengah dari seluruh mahasiswa duduk di luar ruangan hall utama.

Dari segi kenyamanan mungkin ada beberapa hal yang memang di luar perhitungan panitia dari segi kapasitas ruangan dan sebagainya, tapi kami usahakan mahasiswa ini tetap nyaman meskipun ruangan sangat terbatas,” ungkapnya. 

Lagi, berdasarkan keterangan Fitra, panitia sempat terkendala mengondisikan mahasiswa saat agenda istirahat, sholat, dan makan (Ishoma). Hal ini dikarenakan fasilitas di gedung tersebut belum dapat digunakan secara keseluruhan. 

“Fasilitasnya menurut saya masih kurang karena di lantai dua belum bisa dipakai. Kamar mandi  yang bisa dipakai hanya lantai satu dan lantai tiga. Sementara mushola hanya ada satu, di lantai dua. Jadi teman-teman mahasiswa baru menggunakan ruangan hall dan mini hall untuk pelaksanaan shalat dzuhur,” lanjutnya.

Fitra Nanda juga menjelaskan alasan beralihnya tempat pelaksanaan PBAK di kampus 3 dilaksanakan berdasarkan pertimbangan tim panitia dosen dan panitia mahasiswa. 

“Kita mencoba agar tahun ini bagaimana mahasiswa ini merasakan gedung baru yang sudah diresmikan beberapa bulan yang lalu, sehingga dapat merasakan atmosfernya dan  dinamikanya seperti apa,” ujarnya.

Baca Juga: Maba UIN Malang Speak Up Soal 50 Peserta PBAK-U Pingsan: Konsumsi Tidak Cukup, Panitia Dosen Kemana?

Ania menceritakan, banyak maba yang belum sempat makan, karena pada hari itu air di asrama mati dan mereka harus mengantri di kamar mandi umum. Selain itu, para maba diwajibkan mengikuti salat jamaah. Sehingga, kebanyakan maba menjalani acara malam PBAK-U tanpa makan terlebih dahulu.

Intruksi rektor menjadi salah satu alasan berpindahnya lokasi pelaksanaan PBAK tahun ini. Yoga, koordinator divisi steering committee memaparkan penggunaan gedung Ar-Rahim ini bertujuan untuk mengenalkan tempat perkuliahan khususnya untuk mahasiswa baru Fakultas Teknik, Kedokteran dan Ilmu Keperawatan, serta Humaniora.

“Kemarin rektor menginstruksikan bahwasanya kita bisa memakai di gedung ini, sekaligus untuk pengenalan tempat yang sudah dioperasikan untuk Fakultas Teknik, FKIK, dan Humaniora,” jelasnya.

Editor: Nurul Luthfiyyah

(Visited 67 times, 1 visits today)

Last modified: 19 Agustus 2025

Close