Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang diisi dengan teriakan mahasiswa yang meminta hak transparansi biaya kampus. Acara dilaksanakan di gedung sport center pada Senin (18/08), dipimpin oleh Presiden Mahasiswa, mereka menyuarakan masalah biaya kuliah yang kian waktu semakin mahal. Terutama biaya kelembagaan ma’had yang menyentuh angka Rp10 Juta untuk kampus 3 dan Rp7,5 Juta untuk kampus 1.
Setelah sesi tanya jawab bersama wakil rektor I,II,III, dan IV mahasiswa baru langsung mengangkat kertas yang berisi berbagai macam keluhan. Di antaranya tertulis, “BADAN SAYA KECIL, TAPI UKT BESAR,” “KEJELASAN ALOKASI DANA MERUPAKAN WUJUD TANGGUNG JAWAB INSTITUSI,” “MAHAL ITU PALSU SEMUA TERGANTUNG REKTOR,” dan masih banyak lagi.
Sandy Agung Sudarsono, mahasiswa baru (maba) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, menyampaikan keluh kesahnya. Ia merasa relate dengan tulisan-tulisan yang berisi aspirasi dari maba. Sandy sendiri mendapat Uang Kuliah Tunggal (UKT) gelombang ke VI. Seharga Rp5.938.500 dan itu merupakan gelombang tertinggi kedua di Program Studi Manajemen.
“Padahal ayah saya sudah pensiun. Sudah saya buat keterangan itu, namun saya tunggu dan ternyata tidak berubah di web-nya,” keluhnya.
Selain dibebankan dengan UKT yang tinggi, maba juga harus membayar besaran biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma’had senilai Rp7,5 Juta. Sandi Fikri Fachruddin, maba Program Studi Hukum Ekonomi Syariah menyebutkan tidak adanya transparansi biaya ma’had membuat maba kebingungan.
“Saya kira tujuh setengah itu [sudah] termasuk konsumsi, ternyata tidak,” katanya.
Ada pula, Cinta Afra Azura, maba dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah turut menyampaikan keluhannya mengenai biaya ma’had yang sudah include dengan air, listrik dan wifi, namun fasilitas yang diberikan kurang sesuai dengan biaya yang harus dibayarkan.
“Sebenarnya tiap kamar beda-beda, ya. Tapi kalau di kamarku airnya kotor dan setiap pagi harus dikuras,” keluhnya.
Fitra Nanda, selaku koordinator divisi acara berterus terang ada sedikit kendala mengenai pelaksanaan PBAK di kampus 3 terkait kapasitas ruangan yang kurang memadai. Ruang hall utama yang menjadi tempat pelaksanaan utama tidak dapat menampung seluruh mahasiswa baru kampus 3. Kurang lebih setengah dari seluruh mahasiswa duduk di luar ruangan hall utama.
Di samping keluhan yang disebutkan tersebut, Muamar Siddiq, Presiden Mahasiswa UIN Malang membacakan tuntutan hak mahasiswa atas transparansi biaya ma’had pada poin pertama. Ditemani sorakan dukungan dari ribuan maba.
“Dengan hasil kajian yang telah kami lakukan, kurang lebih ada delapan poin rekomendasi yang kita berikan pada birokrasi UIN Malang. Yang pertama, transparansi rincian biaya ma’had,” teriaknya.
Aspirasi maba diakhiri dengan penandatanganan oleh Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag sebagai Wakil Rektor III atas poin-poin tuntutan. Sedangkan Wakil Rektor I,II, dan IV telah meninggalkan gedung sport center saat penyampaian aspirasi.
maba PBAK transparasi biaya UIN Malang
Last modified: 19 Agustus 2025


Bokep Indonesia, SITUS PORNO link phissing
Istanbul Photography Museum tour Felt safe and well cared for during the whole tour. https://fanoosalinarah.com/?p=177647