Written by 07:23 Berita Kampus • One Comment

Sudah Habiskan 23 Juta, Panitia Mangkir Gara-gara KKM

Tabel Uang Makan Opak


Rapat koordinasi Orientasi Pengenalan Akademik Universitas (OPAK-U) 2015 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hanya dihadiri sekitar 200 panitia dari total 325 panitia yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) kepanitiaan pelaksana lapangan OPAK 2015. Hal tersebut dituturkan oleh Abeng Pupu Tarpuhawa (18/8) selaku ketua pelaksana lapangan OPAK-U.

Menurut Abeng, ketidakikutsertaan mahasiswa disebabkan karena sebagian panitia banyak yang menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dan Praktek Kerja Lapangan (PKL). ”Pengennya rekomendasi kami untuk pihak LPPM dan fakultas masing-masing dikoordinasikan lagi dengan pihak Universitas, agar acara KKM dan PKL tidak berbenturan dengan OPAK-U,” kata Abeng. “Kita memang sudah menyiapkan surat izin dan share-kan ke temen-temen panitia yang KKM atau PKL untuk izin koordinasi, kemudian temen-temen itu punya jatah tiga absensi (jatah izin PM_Red),” tambahnya.

Namun, di kalangan mahasiswa yang tengah KKM tersiar isu yang menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki ijin untuk kepanitiaan opak. Isu yang tak jelas sumbernya tersebar dalam Blackberry Messanger (BBM) yang kemudian berantai dalam bentuk display picture, dan mengatasnamakan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Pesan tersebut berbunyi, “tidak ada ijin untuk jadi panitia OPAK dan lain-lain. Karena yang wajib adalah KKM bagi mereka. Kalau dia ngeyel dan teman-teman relawan sudah gak bisa bendung maka dicatat dan yang bersangkutan suruh menghadap langsung ke kantor.”

Selain itu, menurut Abeng, banyaknya panitia yang absen juga dikarenakan adanya sie-sie yang tidak begitu berpengaruh dalam kepanitiaan mahasiswa. Seperti sie konsumsi dan sie perlengkapan. Karena bagian-bagian tersebut telah diambil alih oleh kemahasiswaan. “Panitia mahasiswa itu memantau saja, lapor ke perlengkapan panitia dosen. Karena mahasiswa itu tidak boleh belanja, belanja diatas satu juta itu tidak boleh” ungkap Sabar selaku staf keuangan kemahasiswaan. Panitia mahasiswa juga mengiyakan bahwa untuk tahun ini semua persoalan konsumsi diambil alih oleh kemahasiswaan. “Kita sama sekali tidak ikut campur,” Kata Abeng.

Karena absennya panitia pada rapat koordinasi, banyak sisa-sisa konsumsi yang dibagikan pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di sekitar DEMA-U. Hal tersebut dibenarkan oleh Nurul Wildan Ghulam anggota UKM Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M). “Banyak kok yang dikasih,” imbuhnya. Padahal sebenarnya pihak universitas mengeluarkan dana sebesar Rp 23.100.000,00 untuk konsumsi rapat koordinasi panitia OPAK.

Menurut Sabar, hal itu sudah bukan lagi tanggung jawabnya. “Sekarang itu kita bekerjanya pada data, mereka ajukan 50 kita datangkan 50 (50 kotak nasi_Red). Kalau yang datang 10 itu ya urusan mereka, yang penting kami terima absennya 50, entah siapa yang makan,” terang Sabar. Pihak dari kemahasiswaan seakan tidak mau tahu persoalan panitia yang tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai panitia. “Persoalan di lapangan nasi itu mau dikasih siapa itu sudah bukan wilayahnya pelaporan keuangan,” jelas Sabar. [Fajry Fuadah Mazamy]

(Visited 209 times, 1 visits today)

Last modified: 29 November 2015

Close