Written by 08:34 Berita Kampus • 2 Comments

Maba Tanyakan Kejelasan Dana Fasilitas OPAK

15 - folio

Peungutan biaya tambahan fasilitas Orientasi Pengenalan Akademik-Universitas (OPAK-U) terjadi dalam persiapan OPAK-U UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang 2015. Pada hari pertama pengambilan fasilitas (17/8), mahasiswa baru (maba) diminta untuk member uang fasilitas sebesar Rp 90.000,00. Namun untuk hari berikutnya, harga fasilitas yang dibayarkan berubah menjadi Rp 40.000,00. Perbedaan biaya yang dibayarkan terjadi karena peniadaan biaya buku dan cek kesehatan. Siti Ulfa Nur Afifah atau yang biasa dipanggil Afi, maba dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mempertanyakan kejelasan biaya tersebut. Afi menuturkan, fasilitas yang dia dapatkan hanya berupa map, 5 lembar folio bergaris, pita merah putih, penjepit kertas, pin Ulul Albab, pin merah putih, lilin, bolpoin, serta air mineral. “Kenapa bayar lagi, padahal sudah daftar ulang?” keluhnya.

Yuni ruhayati, orang tua Afi pun menginginkan penjelasan yang pasti untuk penggunaan dana tersebut, “Minta perincian dana. Soalnya kalau bayar apa-apa biasanya ada kwitansinya,” ucapnya. Yuni lalu meminta anaknya untuk melakukan klarifikasi ke pihak terkait, untuk kejelasan penggunaan uang tersebut. Setelah Afi meminta penjelasan kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa – Universitas (DEMA-U), ternyata jawabannya tidak jelas. Dia hanya diminta menulis nama lengkap, serta disuruh datang lagi ke kantor DEMA-U lain waktu untuk mengambil kwitansinya. Tidak diberikannya kwitansi tersebut  dikarenakan  tinta  stempel  saat  itu sudah habis. “Kecewa dan bingung, kok malah jadi ribet gini,” ucapnya.

Terkait biaya tambahan fasilitas OPAK-U tersebut, Abeng Pupu Tarpuhawa, selaku Ketua Pelaksana OPAK-U 2015 menjelaskan, sebenarnya pihak kampus telah memberikan fasilitas kepada maba secara gratis. Meliputi jas almamater, kaos OPAK-U, blocknote, dan lain-lain. Pada hari pertama pengambilan fasilitas OPAK-U, ia mengakui bahwa maba memang diminta membayar sebesar 90 ribu rupiah. “Rinciannya, 40 ribu untuk buku karya Ngainun Naim yang judulnya Islam dan Pluralisme Agama, 40 ribu lagi untuk merchandise, 10 ribu untuk air mineral  dalam botol beserta tiket inagurasi,” papar Abang

Mujaid Kumkelo, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan malah mengaku tidak tahu menahu tentang penarikan fasilitas OPAK-U tersebut. “Saya belum dapat laporan dari ketua pelaksana tentang 90 ribu tadi,” ujarnya. Akibat adanya protes dari pihak mahasiswa, tertanggal 18 Agustus 2015, terdapat surat pernyataa nomor Un.03.11.SB.01/PAN.OPAK/XII.08.2015 yang menyatakan, penghentian pengadaan buku dan menggratiskan cek kesehatan. Surat tersebut diketahui dan tertandatangani oleh Nanang   Maashobirin   selaku   Presiden Mahasiswa serta Mujaid Kumkelo. Dengan  tidak  tahu  menahunya  Mujaid akan penarikan dana tersebut, mengindikasikan kurangnya koordinasi antara panitia pelaksana OPAK 2015 dengan pihak Kemahasiswaan. Firhan Ubaidillah al-Abrary, maba FITK menyarankan, “Seharusnya ada persiapan yang matang, terutama yang menyangkut bayar-membayar. Soalnya kan itu menyangkut dengan orang tua,” ucapnya. [Luluk Khusnia]

(Visited 26 times, 1 visits today)

Last modified: 29 November 2015

Close