Beda Hari, Beda Tarif

Bayar Kesehatan

Mahasiswa baru (maba) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang tampak mengantri untuk melaksanakan cek kesehatan di Gedung B (18/8). Cek kesehatan tersebut sebagai rangkaian kegiatan pra Orientasi Pengenalan Akademik Universitas (OPAK-U). Pengecekan kesehatan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Humaniora, Ekonomi, Psikologi serta Syariah, yang dilaksanakan sehari sebelumnya (17/8). Sedangkan gelombang kedua, terdiri dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah serta Sains dan Teknologi (Saintek).

Akan tetapi ada perbedaan antara hari pertama dengan hari kedua cek kesehatan. Di hari pertama, maba yang melakukan cek kesehatan dikenakan biaya registrasi sebesar Rp 15.000,00. Sedangkan di hari kedua, biaya registrasi ditiadakan. Diganti dengan adanya sumbangan sukarela kemanusiaan. Hal itu membuat Shuffi Elya bingung, karena teman-temannya banyak yang telah terlanjur membayar pada gelombang pertama. “Bikin bingung, soalnya teman-teman yang cek kesehatan hari pertama wajib bayar. Eh, yang hari kedua dibilang nggak usah bayar,” ujar maba jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang melaksanakan cek kesehatan pada gelombang kedua itu. Sedang Rifa, maba jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) yang telah membayar biaya cek kesehatan, menyarankan agar uang itu dikembalikan, “Kalau ada yang keberatan mendingan dibalikin saja,” ucapnya.

Asma Kumalasari, salah satu panitia yang bertugas saat cek kesehatan menyatakan, biaya itu digunakan sebagai pembiayaan operasional cek kesehatan, yang terdiri dari tes golongan darah, tinggi badan serta berat badan. Menyikapi peniadaan biaya 15.000, hal itu didasarkan atas adanya instruksi dari rektor, “Tadi pagi ada imbauan dari rektor tidak ada penarikan untuk maba, jadi untuk registrasi bersifat sukarela” tambahnya. Himbauan itu disampaikan oleh pihak Kemahasiswaan dalam rapat koordinasi bersama panitia cek kesehatan.

Mujaid Kumkelo, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan menyatakan bahwa penarikan registrasi untuk cek kesehatan tidak sesuai prosedur. Karena tidak ada musyawarah atau rapat resmi antara pihak kemahasiswaan dengan PMI Cabang Kota Malang yang bekerja sama dalam cek kesehatan. “Ada penarikan-penarikan yang sesungguhnya belum disetujui oleh pimpinan,” ujar Mujaid. Oleh sebab itulah registrasi di hari kedua dihentikan. Tapi hal berbeda diungkapkan oleh Asma, menurutnya pihak panitia cek kesehatan sudah sesuai prosedur dalam bekerja sama dengan PMI Cabang Kota Malang. “Kan sekarang panitia OPAK-nya DEMA. Jadi kontrak kerja samanya ya antara Ketua Pelaksana OPAK dan PMI. Setelah itu ketua pelaksana yang bertugas melaporkan hal tersebut terhadap kemahasiswaan,” imbuhnya.

Terkait dana yang sudah terlanjur ditarik dari maba, pihak KSR sendiri menyatakan bahwa setelah koordinasi penghentian penarikan di hari kedua, seluruh dana registrasi cek kesehatan nantinya diserahkan ke pihak kemahasiswaan. Lalu biaya operasional terkait cek kesehatan sepenuhnya ditanggulangi oleh kampus. “Dana yang sudah ditarik dari maba masih akan dirapatkan lagi secara komprehensif bersama lembaga-lembaga keuangan kampus yang terkait,” ucap Mujaid. [Cholilatun Nabilah]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Tinggalkan Balasan