Tindaklanjut Perumusan P3KS: Angin Segar Cipta Ruang Aman di UIN Malang

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Student Crisis Center (SCC) menyelenggarakan rapat untuk membahas Penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (P3KS) yang bertempat di Hotel Filadelfia, Kota Batu, Kamis (11/11). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Agus Maimun selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Sahabat Cerita, Imam Sukadi (Fasilitator bidang hukum), dan perwakilan SEMA dan DEMA seluruh fakultas.

Rapat ini diawali dengan pembahasan mengenai nomenklatur. Terdapat perbedaan pendapat antar peserta rapat siang itu mengenai penggunaan redaksi peraturan atau keputusan. Imam Sukadi kemudian menyuguhkan teori-teori dasar mengenai pembuatan draft keputusan rektor atau peraturan rektor. Merujuk pada keputusan Menteri agama nomor 77 tahun 2016, bahwasanya rektor tidak memiliki hak untuk membuat peraturan, namun hanya bisa membuat keputusan. Akhirnya disepakati produk yang lahir dari rektor berbentuk keputusan, sehingga redaksi pada draft awal yang menyatakan Peraturan Rektor diganti menjadi Keputusan Rektor sesuai kesepakatan forum. 

Menurut keterangan Istiadah, Ketua PSGA, setelah menyelesaikan draft keputusan rektor ini, langkah yang akan dilakukan selanjutnya adalah penyusunan P3KS dan pembentukan Lembaga Unit Layanan Terpadu (ULT). ULT ini merupakan lembaga yang akan membantu menangani kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus, dengan cara menemani dan mengantarkan korban ke pusat konseling yang sudah disediakan, seperti PSGA dan Sahabat Cerita. Anggota ULT sendiri berasal dari perwakilan dosen dan mahasiswa setiap fakultas.

Pembentukan ULT ini selaras dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Kep Dirjen Pendis) Nomor 5494 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, yang telah mengatur lebih rinci proses penanganan korban kekerasan seksual oleh Lembaga ULT. Demikian pula rumusan yang terkandung dalam P3KS (11/11) juga telah mengatur terkait kelembagaan ULT dan berencana akan membentuk satu pusat kesekretariatan.

Dalam mengawal perumusan ini, SCC tidak sepenuhnya stagnan. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan pimpinan yang baru, mengingat bahwa pada tahun 2021 terjadi transisi jabatan di lingkungan kampus. 

Dalam kurun waktu dua tahun sejak dirilisnya Keputusan Dirjen Pendis tersebut, SCC terus mengawal akan perumusan Standard Operating Procedure (SOP) Kekerasan Seksual yang mana nanti akan diajukan sebagai Keputusan Rektor UIN Malang ini. “Kita sebenarnya perjalanannya sudah hampir 2 tahun lebih,” ungkap Indayu Sri Mulyani, anggota SCC. Indayu juga menjelaskan, pembahasan P3KS yang kurang masif karena tidak mempertimbangkan banyak suara dan adanya fase peralihan kepemimpinan di UIN Malang, menjadi kendala SCC selama mengawal perumusan P3KS hingga rapat ini diselenggarakan. 

“Jadi rektornya ganti, ketua LP2M ganti, dulu kita pernah nge-loby ke rektor sebelumnya, akhirnya kita harus mengulang nih ke rektor yang baru, kita di masa transisi itu sulit. Di momen-momen transisi susah sih kalau misalkan bikin peraturan yang narasinya memang agak sensitif gitu.” Tambahnya.

Mengenai kerampungan perumusan P3KS, menurut penjelasan Indayu akan kejar maksimal sebelum akhir bulan November. “Jadi, Desember itu kita udah ada (regulasinya),” tandasnya.

Istiadah juga mengungkapkan mengenai target PSGA sendiri agar P3KS bisa rampung di tahun 2021 dan kebijakan ini bisa segera terimplementasi. “Harapan kami dengan adanya aturan ini tidak ada lagi kekerasan seksual di kampus kita tercinta, karena kekerasan seksual tentu bertentangan dengan Islam,” jawab Istiadah. 

Selaku perwakilan SCC, Indayu berharap kedepannya UIN semakin aman dan responsif gender, adanya regulasi yang sifatnya universal, lingkup satu kampus, sehingga nantinya akan tercipta regulasi yang seragam. []

Reporter: Yunika Yakutun Nupus dan Faidyah Nur Ainina

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Tinggalkan Balasan