Saktya Alif, kandidat ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) Psikologi menyayangkan kinerja DEMA-F Psikologi tahun 2016/2017. Menurutnya kinerja DEMA-F Psikologi kurang menyentuh mahasiswa. “Tidak banyak mahasiswa sekarang yang akademis dan organisatoris dikarenakan DEMA-F yang kurang menyentuh mahasiswa,” ungkap Saktya, dalam debat dialogis kandidat calon ketua DEMA dan Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) Psikologi. Pernyataan tersebut diungkapkan Alif, kandidat nomor dua pada sesi tanya jawab saat kampanye dialogis yang berlangsung di lobi lantai satu Fakultas Psikologi (20/3). Ia menambahkan, kurang menyentuhnya DEMA-F Psikologi baik kepada mahasiswa, Lembaga Semi Otonom (LSO), maupun pada komunitas lain akan menjadi evaluasi untuk DEMA-F Psikologi periode selanjutnya.
Tidak menyentuhnya DEMA-F Psikologi juga diakui oleh salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi semester empat, Fajar Lilia Iman. Mahasiswa yang akrab dipanggil Lili tersebut beranggapan, selama ini kinerja DEMA-F Psikologi belum sepenuhnya terealisasi dan belum memfasilitasinya sebagai mahasiswa. “Selama saya menjadi mahasiswa Psikologi, yah kelihatannya DEMA-F bikin acara ya itu-itu saja, untuk masalah menyuarakan suara mahasiswa saya rasa belum,” ugkapnya. Menurut Lili, dikatakan menyentuh mahasiswa, jika DEMA-F Psikologi bisa menyuarakan mahasiswa.
Lebih lanjut, Lili menyarankan, “Buat lah acara tentang apa yang kurang dari fakultas, bisa kurangnya fasilitas kelas atau sistem pembelajarannya,” ujar Lili. Ia menambahkan perlu adanya sosialisasi tentang segala keluhan mahasiswa yang difasilitasi oleh DEMA-F Psikologi. Saktya bahkan mempertegas dengan beranggapan bahwa DEMA-F Psikologi harus mengikutsertakan para mahasiswa dalam segala program kerja DEMA. “Jika DEMA-F mengadakan program, kita seharusnya mengadakan open recruitment kepanitiaan di luar anggota DEMA-F, yaitu mengikutsertakan mahasiswa,” ujarnya.
Sebenarnya keharusan jajaran DEMA tingkat fakultas untuk mewakili mahasiswa sudah tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Republik Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam ketetapan Musyawarah Mahasiswa dengan Nomor ‘Un.03.05.SKt.05/TAP-MUSMA, SEMA-U/V.12.2016’. ART BAB VII pasal 24 tercantum tugas DEMA-F yang berbunyi, “mewakili mahasiswa tingkat fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang baik di dalam maupun luar kampus”.
Ketua DEMA-F Psikologi tahun 2016/2017, Faqihul Muqoddam, mengungkapkan bahwa ia menganggap DEMA-F Psikologi sudah berusaha menyentuh mahasiswa namun kurang optimal. “Memang DEMA-F Psikologi kurang begitu mengikuti (kegiatan mahasiswa Fakultas Psikologi_Red) secara keseluruhan, baik dalam segi akademis maupun administrasi,” jelasnya.
Akibat kinerja DEMA-F Psikologi yang belum menyentuh mahasiswa, menurut Saktya, berdampak terhadap kurangnya ketertarikan mahasiswa terhadap kegiatan DEMA-F Psikologi. “Dari pihak DEMA sendiri memang kurang menarik mereka dalam kegiatan yang kami adakan,” ujar mahasiswa di periode 2016/2017 menjabat sebagai anggota Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) Psikologi. Bahkan Saktya beranggapan hal ini juga berdampak pada kurang tertariknya mahasiswa Fakultas Psikologi untuk menjadi mahasiswa yang organisatoris dan akademis. [Irva Azizah]
berita kampus demokrasi Pemilu pemilu raya Pemira
Last modified: 27 Maret 2017
