Tempat penjualan buku Book Center (BC) UIN Maliki Malang kurang strategis. Hal itu diungkapkan langsung oleh Manejer Book Center (BC) UIN Maliki Malang, Muhammad Din Haq. “Mungkin penyebab perbedaan penjualan di tempat bazar dengan di gedung Book Center (BC) adalah tempat Book Center sendiri kurang strategis.”
Bazar buku yang bertemakan Akedemik Book Fair digelar oleh Book Center UIN-Maliki dari 2 September sampai 7 September 2013 dibuka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Bazar buku tersebut biasanya dilakukan tiap minggu pertama awal perkuliahan semester ganjil dan genap.
Bazar buku yang bertempat di bagian selatan masjid Tarbiyah bisa dikatakan strategis, ini terbukti dengan ungkapan Manejer Book Center. “Omzet yang diperoleh dari bazar yang dilaksanakan selama seminggu sama dengan dua bulan omzet yang diperoleh dari penjualan di gedung Book Center (BC), saya memprediksi omzet hingga hari sabtu nanti bisa mencapai Rp 60.000.000,” ujar Din.
Buku-buku yang di bazar merupakan buku-buku yang berasal dari Book Center (BC) sendiri. Buku-buku tersebut ada yang berasal dari penerbit-penerbit terkenal seperti, ANDI dan Gramedia. Ada juga dari penerbit lain seperti Universitas Udayana Press dan penerbit UIN press yang merupakan terbitan kampus UIN Maliki sendiri.
Pengunjung bazar juga mengeluhkan tempat BC yang kurang strategis. Wahyu Tejo Mulyo, mahasiswa semester lima jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), merasa dimudahkan dengan bazar ini. “Kalau dibandingkan dengan mengunjungi Book Center sendiri sangat jarang karena tempatnya kurang strategis,” ujar Tejo. Hal yang sama diungkapkan salah seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika semester tiga, Safruddin. “Saya tidak tahu kalau buku yang dibazar tersebut adalah buku dari Book Center, soalnya saya juga tidak tahu kalau ada Book Centernya UIN.”
[Salahuddin Al-Ayyubi]
bazar buku bisnis uin malang maba mahasiswa UIN Malang
Last modified: 18 Juli 2022
