Indikasi Pemukulan Saat Aksi Penurunan UKT

Ada indikasi pemukulan ketika Aliansi mahasiswa peduli Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Malang melakukan aksi di depan gedung rektorat (16/08). Mubin, salah satu mahasiswa Jurusan Manajemen, menjadi korban pemukulan.

Kejadian ini bermula saat Mubin tengah menginstruksikan kepada temen-temennya yang sedang duduk di dalam gedung rektorat untuk kembali berdiri. Secara tiba-tiba Mubin dipukul oleh seseorang yang memakai seragam keamanan. “Kayak spontan aja gitu mereka mukulnya, di bagian pelipis, sama belakang kepala,” tegas laki-laki yang juga menjadi orator dalam aksi ini.

Senada dengan Mubin, Amri Vitra, juga mengalami tindakan kekekerasan. Ia menceritakan bahwa pada awalnya dia terjebak dalam sekumpulan orang yang tengah saling dorong mendorong dengan pihak keamanan kampus. Pukul 14.30, mereka berusaha masuk gedung untuk menemui Rektor UIN Malang. Namun ketika ingin keluar dari dalam gedung rektorat Amri menambahkan, “Satpamnya malah marah dan dorong kepala bagian kiri saya sampai terbentur ke pintu, dan kena cakaran juga dikuping sampai berdarah,” tutur mahasiswa jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir.

Terkait adanya tindakan kekerasan, Arifan Maulana selaku koordinator lapangan, menjelaskan bahwa memang telah terjadi gesekan antara peserta aksi dengan pihak kemananan. “Satpam ketika itu memang sudah tak bisa dikondisikan emosinya. Hal ini terjadi karena masa aksi sudah banyak yang berada di dalam gedung rektorat. Tetapi kita sudah komunikasi dengan baik, namun malah ada peserta aksi yang kena pukul,” ujarnya.

Namun ketika dikonfirmasi, Nurul Satriya selaku kepala satuan keamanan kampus, menjelaskan bahwa tak ada tindak kekerasan pada saat aksi berlangsung. “Sebetulnya tak ada pemukulan, kalaupun ada itu cuma dorong-dorongan dan gak disengaja,” jelas laki-laki yang akrab disapa Ruli ini. []

Leave a Reply