Sabtu (23/02), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan acara besar. Untuk kesekian kalinya kampus ini memberikan gelar doctor honoris causa atau gelar doktor kehormatan kepada pejabat tinggi negari ini. Kali ini yang mendapatkan gelar kehormatan tersebut adalah Surya Dharma Ali (SDA) yang merupakan Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu II. Gelar yang diberikan kepada politikus PPP tersebut atas dedikasinya dalam bidang epistimologi kajian Islam.
Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu, dihadiri oleh lembaga-lembaga Islam. Rombongan dari perwakilan lembaga Islam, pondok pesantren, dan pejabat Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-indonesia tampak hadir memenuhi ruangan rektorat lantai lima. Dalam sambutannya, SDA mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak pantas menerima gelar berharga tersebut, awalnya Ia menolak saat Imam Suprayogo selaku rektor UIN Maliki Malang menghubunginya. Namun setelah menimbang hal ini, demi kemaslahatan masyarakat secara global, akhirnya Ia menerima amanah ini, “Gelar ini untuk kemaslahatan umat kedepan dan berguna bagi peradapan manusia. Saya menerima amanah ini sejalan dengan ridho dan irodah Allah SWT,” ungkapnya.
Dalam Orasi Ilmiahnya, SDA mengataka bahwa kajian islam dapat memperluas horizon kajian islam, menjawab tantangan perubahan, dan juga filter (penyaring) hal-hal yang seharusnya diketahui dan hal-hal yang seharusnya tidak diketahui.
Baginya yang paling penting yaitu, menciptakan kerukunan lewat nasionalisme bangsa. Saat ini umat muslim dinilai gagal dalam melaksanakan nasionalisme, karena mereka mengabaikan pluralitas. Umat muslim harus terbuka terhadap semua orang apalagi pada pergaulan internasional. Hal tersebut bisa dilaksanakan oleh lembaga-lembaga Islam termasuk PTAI sebagai pusat pendidikan. “PTAI harus memiliki sifat mandiri, lentur, dan tangguh serta tetap melaksanakan pergaulan internasional. Selain itu, tetap mengembangkan pengabdian masyarakat,” ujarnya. [Ummi Dlatussalamah]
gelar doctor honoris causa islam Kemenag UIN Malang
Last modified: 18 Juli 2022
