Unjuk rasa tolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dilakukan pada Senin Pagi (24/02). Unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, tani, gerakan perempuan, dan beberapa LSM yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Demokrasi ini diawali dengan Long March pada pukul 10.00 WIB. Long March dimulai dari stadion Gajayana menuju Balai Kota Malang. Unjuk rasa ini dilakukan sebagai sikap penolakan atas rencana disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sikap penolakan timbul karena Omnibus Law RUU Cipta Kerja dinilai sebagian masyarakat menguntungkan segelintir orang atau korporasi. “Ya menurutku RUU Omnibus Law hanya menguntungkan sektor pengusaha atau investor yang merampas hak-hak buruh,” jelas Muhammad Khalid, salah satu peserta massa aksi.
Ramli Abdul Razak, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menjelaskan bahwa aksi yang dilatarbelakangi isu rencana pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini melingkup dua tuntutan besar, yaitu Perekonomian dan lingkungan.
Mengenai aspek lingkungan, tuntutan aksi terfokus pada penghapusan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang diganti dengan Persetujuan Bangunan Gedung dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Adanya pengahapusan AMDAL dan IMB ini dinilai akan semakin memperbanyak eksploitasi lingkungan. “Dengan adanya AMDAL pun eksploitasi tetap dilancarkan, apalagi AMDAL dihapuskan,” tegas Ramli.
Sebagaimana dilansir oleh liputan6.com, pada tahun 2017-2019 di Jakarta ada 10 proyek pembangunan yang berjalan tanpa AMDAL dan menyebabkan kerusakan lingkungan dan kemacetan lalu lintas. Sepuluh proyek pembangunan tersebut adalah Layang Cipinang Lontar, Layang Bintaro, Layang Pancoran, Underpass Matrama, Underpass Mampang, Underpass Kartini Lebak Bulus, Simpang Susun Tol Antasari, Lintas Rel Terpadu (LRT) Cawang-Duku Atas, LRT Rawamangun-Kalapa Gading dan MRT Lebak Bulus-Hotel Indonesia (HI).
Sedangkan dalam sektor ekonomi, Lian Widya selaku Ketua Bidang Advokasi Serikat Pekerja Danamon menjelaskan bahwa keinginan pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya merupakan hal baik, namun tetap harus memperhatikan hak-hak pekerja. “Kita dukung upaya tersebut, tetapi jangan sampai hak-hak kita sebagai pekerja dikebiri,” tegasnya.
Lian juga menambahkan bahwa upaya untuk meningkatkan laju investasi tidak beriring dengan perhatian pemerintah terhadap hak-hak pekerja. Perihal Outsourcing juga tidak diatur dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja “Pada akhirnya semua bisa dioutsourcingkan, ya kita sebagai generasi bangsa, masa kita ingin menjadi pekerja outsourcing terus sampai pensiun atau meninggal,” tegasnya kembali.
Adapun data dari Badan Pusat Statistika pada Februari 2019 menjelaskan sebanyak 90,50 juta penduduk Indonesia yang bekerja, sebagian besar merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu, dan 40% diantaranya adalah pekerja outsourcing.
Aksi yang telah berjalan kurang lebih 3 jam ini akhirnya membuat beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang keluar dari kantornya. Menanggapi tuntutan aksi massa, salah satu anggota DPRD Kota Malang, Rimzah mengatakan bahwa segala tuntutan massa aksi akan disampaikan ke DPR pusat. “Akan saya sampaikan ke DPR pusat,” ucapnya. Mendengar pernyataan Rimzah, Ramli mengatakan bahwa aksi ini akan terus dilakukan apabila belum ada keputusan DPR untuk menarik kembali rencana pengesahan Omnibus Law RUU Cipta kerja. “Kami akan terus tuntut aksi ini, apabila belum ada sikap tegas dari DPR, akan berlanjut (aksi) sampai tuntas,” pungkas Ramli. Aksi ini rencananya juga akan ditingkatkan ke skala Nasional, baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun buruh. “Konsolidasi Nasional sedang digalangkan, buruh akan melakukan pemogokan daerah yang akan berlanjut kepada pemogokan nasional,” jelas Ramli.[]
cipta kerja Demonstrasi omnibus law ruu cipta kerja tolak ruu cipta kerja
Last modified: 27 Februari 2020

Air yang Tak Tampak di Sana
Kamu Perempuan, Kau Laki-laki
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Dari Antusias Hingga Kecewa: Belajar dari Kasus Volunteer Bodong
Aksi Solidaritas Malang, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
19 Agustus 2025 • One Comment
Mahasiswa Baru Meminta Hak Transparansi Biaya saat PBAK UIN Malang 2025
Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang diisi dengan teriakan...
19 Agustus 2025 • 4 Comments
Mahasiswa Baru Keluhkan Keterbatasan Ruangan pada PBAK Kampus 3 UIN Malang, Panitia: Ada Beberapa Hal di Luar Perhitungan Kami
Malang, (18/08/25) – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru kampus 3...
24 Mei 2025 • One Comment
Ketidakjelasan Fakultas Ushuluddin yang Sampai Sekarang Masih Belum Ada Wujudnya
Malang, (24/05/2025) — Pendirian Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana...
kabar terbaru
Berita • Berita Kampus
25 September 2025
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama ini digembar-gemborkan sebagai program unggulan kampus untuk memperluas pengalaman...
Berita • Berita Malang
31 Agustus 2025
Aksi Solidaritas Malang, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
Aksi solidaritas untuk mengenang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang dilindas mobil Baracuda milik satuan Brimob Polda Metro Jaya...
Berita • Berita Kampus
24 Mei 2025 • One Comment
Ketidakjelasan Fakultas Ushuluddin yang Sampai Sekarang Masih Belum Ada Wujudnya
Malang, (24/05/2025) — Pendirian Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim masih belum menunjukkan...
Berita • Berita Malang
10 Maret 2025
International Women’s Day: Turut Menyoroti Dampak Program Makan Bergizi Gratis
Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD), Aliansi Perempuan dan Rakyat Melawan menggelar Aksi di alun-alun hingga...
Kabar kampus
25 September 2025
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama ini digembar-gemborkan sebagai program...
19 Agustus 2025 • One Comment
Mahasiswa Baru Meminta Hak Transparansi Biaya saat PBAK UIN Malang 2025
Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang diisi dengan teriakan...
19 Agustus 2025 • 4 Comments
Mahasiswa Baru Keluhkan Keterbatasan Ruangan pada PBAK Kampus 3 UIN Malang, Panitia: Ada Beberapa Hal di Luar Perhitungan Kami
Malang, (18/08/25) – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru kampus 3...
24 Mei 2025 • One Comment
Ketidakjelasan Fakultas Ushuluddin yang Sampai Sekarang Masih Belum Ada Wujudnya
Malang, (24/05/2025) — Pendirian Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana...
Majalah inovasi
Sastra
Kamu Perempuan, Kau Laki-laki
Dihapus oleh Sistem
Sagara di Ujung Metropolitan
Artikel
Sekali Lagi, Memihak Kesadaran Hati Nurani
#MenolakLupa namun Banyak Melupakan
Respon UAPM INOVASI atas Permintaan Klarifikasi Narasumber Diskusi Publik
Resensi
The Lorax Adalah Masa Depan Kita
Saya Kira Siapapun Yang Ingin Menonton Oppenheimer, Wajib Mendengarkan Nasida Ria
Memandang Arti Negara dan Hidup dalam “Nasib Seorang Penebang Kayu dan Kisah Lainnya”
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI
Berita
Tulisan
Lain-Lain
INFO
ALAMAT : Gedung Sport Center Lt. 1 UIN Maulana Malik Ibrahim. Jl. Sunan Kalijaga No.7B, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145