Konsolidasi yang dilakukan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional dalam berjejaring menuai kritik. Agenda yang menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis PPMI ke-23 di Semarang tersebut bertujuan untuk menentukan langkah-langkah strategis dan taktis bagaimana PPMI melihat persoalan pers mahasiswa (persma) dan sekitarnya. Serta menentukan arah gerak yang akan dilakukan di kemudian hari.
Pasalnya, beberapa daerah di luar Jawa, seperti Maluku Utara, Padang, dan Ternate masih memiliki akses yang minim terhadap perhimpunan tersebut. Hal tersebut turut dirasakan oleh M. Idhar Bakri, salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golongan Penulis Mahasiswa (Go Pena) Universitas Hairun Ternate. Idhar mengungkapkan, bahwa apa yang disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPMI Nasional, Abdus Somad dalam agenda konsolidasi bersama persma Indonesia (30/1) masih belum tepat. Saat itu, Somad memberikan pernyataan bahwa dengan adanya dewan kota di setiap daerah diharapkan dapat merangkul semua persma di Indonesia.
Namun, menurut Idhar, pada kenyataannya Ternate masih memiliki akses yang minim dalam memperoleh informasi seputar PPMI dari pengurus pusat di PPMI Nasional. “Kami dapat info ada kegiatan PPMI di Semarang itu dari Dewan Kota Makasar,” ungkapnya.
Hal serupa juga terjadi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) Gema Andalus Padang, Sumatra Utara. Menurut pengakuan Putri, salah satu anggota organisasi tersebut, keberadaan PPMI baru mereka ketahui setelah diadakannya Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) pada 2015 lalu. Informasi tersebut mereka dapatkan dari salah seorang pemateri DJTD saat itu, yang tak lain merupakan salah satu anggota Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Kota Padang.
Dalam struktur kepengurusan PPMI, posisi paling atas ditempati oleh PPMI Nasional yang diketuai oleh seorang sekjen nasional. Sekjen nasional membawahi seluruh dewan kota di seluruh wilayah Indonesia yang dipimpin oleh seorang sekjen kota.
Dalam Forum Divisi Jaringan Kerja (Jaker) PPMI Nasional (30/1) sempat dibahas mengenai mekanisme berjejaring di PPMI. Jaringan informasi yang diterapkan oleh PPMI menggunakan sistem buttom up atau dari bawah ke atas. Maksudnya, informasi yang diterima oleh dewan kota dilaporkan ke sekjen kota dan diteruskan ke Divisi Jaker Nasional. Informasi yang sudah sampai pada Divisi Jaker Nasional lantas dibawa ke sekjen nasional.
Terkait sistem jaringan informasi yang diterapkan oleh PPMI, Idhar berpendapat bahwa sistem tersebut tidak efektif. Menurutnya, bagaimana mungkin PPMI dapat berjejaring dan membentuk dewan kota di setiap daerah di seluruh Indonesia. Sementara mereka tidak full dalam mencari tahu informasi terkait keberadaan potensi persma di seluruh wilayah Indonesia.
Somad sendiri mengakui bahwa berjejaring sangatlah penting. Jika terdapat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang bermasalah, PPMI Nasional akan membantu mengawal isu dan menyuarakan isu tersebut sehingga menjadi isu bersama atau isu nasional. Namun, masih saja ada isu yang tidak terkawal oleh PPMI Nasional. Seperti kasus Fadlur Fikri, mahasiswa Jurusan Antropologi Universitas Hairun Ternate.
Pada tahun 2015, Fikri dipenjarakan selama satu minggu atas tuduhan pencemaran nama baik kepolisian Ternate. Fikri merekam aksi tawar-menawar perihal bukti pelanggaran (tilang) kendaraan bermotor, antara salah seorang polisi dengan pihak yang melanggar aturan lalu lintas. Lantaran kesal melihat aksi tersebut, Fikri lantas mengunggah video tersebut ke internet.
Menanggapi perihal pengawalan isu Fikri, Somad menjelaskan bahwa kasus tersebut terjadi bersamaan dengan momentum usai Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) tahun 2015. PPMI Nasional masih belum sempat melakukan konsolidasi secara masif, baik di setiap kota maupun tingkat nasional sendiri. “Tidak banyak yang tahu kasus Fadlur Fikri di tingkat kota,” ungkap Somad.
Menurut Idhar, berjejaring antarpersma sangatlah penting. Hal tersebut lantaran tingkat idealisme media kampus masih sangat tinggi, tidak diintervensi oleh pejabat-pejabat ataupun politisi-politisi lainnya. Ia berharap persma dapat menjadi wadah untuk pengawalan terhadap kasus-kasus sosial yang terjadi. Bukan hanya pada tataran mahasiswa saja, melainkan juga pada kalangan masyarakat. “Karena media-media lokal idealismenya sudah komersial,” tambahnya. [Reni Dwi Anggraini]
Editor : Luluk Khusnia
Last modified: 07 Mei 2016

Tes TOEFL-TOAFL Wajib di Pusat Pengembangan Bahasa? Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Soroti Informasi Mendadak
International Women’s Day Kota Malang Menyoroti Isu Femisida
Melawan Kekerasan Aparat: Gelombang Protes di Malang Tuntut Keadilan bagi Aryanto Tawakal
Air yang Tak Tampak di Sana
Kamu Perempuan, Kau Laki-laki
25 September 2025
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama ini digembar-gemborkan sebagai program...
22 September 2025
Dari Antusias Hingga Kecewa: Belajar dari Kasus Volunteer Bodong
Beberapa waktu lalu, saya cukup antusias melihat banyak program volunteer dan internship yang...
31 Agustus 2025
Aksi Solidaritas Malang, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
Aksi solidaritas untuk mengenang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang dilindas mobil...
kabar terbaru
Berita • Berita Malang
11 Maret 2026
International Women’s Day Kota Malang Menyoroti Isu Femisida
Aksi International Women’s Day (IWD) yang diadakan pada Sabtu (08/03/26) membawa isu femisida sebagai salah satu isu utama di aksi tahun...
Berita • Berita Kampus
25 September 2025
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama ini digembar-gemborkan sebagai program unggulan kampus untuk memperluas pengalaman...
Berita • Berita Malang
31 Agustus 2025
Aksi Solidaritas Malang, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
Aksi solidaritas untuk mengenang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang dilindas mobil Baracuda milik satuan Brimob Polda Metro Jaya...
Berita • Berita Kampus
24 Mei 2025 • One Comment
Ketidakjelasan Fakultas Ushuluddin yang Sampai Sekarang Masih Belum Ada Wujudnya
Malang, (24/05/2025) — Pendirian Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim masih belum menunjukkan...
Kabar kampus
20 Maret 2026
Tes TOEFL-TOAFL Wajib di Pusat Pengembangan Bahasa? Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Soroti Informasi Mendadak
Kebijakan mengenai kewajiban tes TOEFL dan TOAFL di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang bagi...
25 September 2025
Efisiensi Anggaran, Dana Tak Cair untuk Peserta KKN Internasional Thailand UIN Malang
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama ini digembar-gemborkan sebagai program...
19 Agustus 2025 • One Comment
Mahasiswa Baru Meminta Hak Transparansi Biaya saat PBAK UIN Malang 2025
Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang diisi dengan teriakan...
19 Agustus 2025 • 4 Comments
Mahasiswa Baru Keluhkan Keterbatasan Ruangan pada PBAK Kampus 3 UIN Malang, Panitia: Ada Beberapa Hal di Luar Perhitungan Kami
Malang, (18/08/25) – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru kampus 3...
Majalah inovasi
Sastra
Kamu Perempuan, Kau Laki-laki
Dihapus oleh Sistem
Sagara di Ujung Metropolitan
Artikel
Sekali Lagi, Memihak Kesadaran Hati Nurani
#MenolakLupa namun Banyak Melupakan
Respon UAPM INOVASI atas Permintaan Klarifikasi Narasumber Diskusi Publik
Resensi
The Lorax Adalah Masa Depan Kita
Saya Kira Siapapun Yang Ingin Menonton Oppenheimer, Wajib Mendengarkan Nasida Ria
Memandang Arti Negara dan Hidup dalam “Nasib Seorang Penebang Kayu dan Kisah Lainnya”
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI
Berita
Tulisan
Lain-Lain
INFO
ALAMAT : Gedung Sport Center Lt. 1 UIN Maulana Malik Ibrahim. Jl. Sunan Kalijaga No.7B, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145