Written by 07:02 Esai • 51 Comments

Siapa Dia? Dia Putra Indonesia!

indonesia

Kuis Siapa Dia adalah acara kuis yang menjadi favorit dan fenomenal di masanya. Kuis ini dibawakan oleh Aom Kusman pertama kali pada 2 Maret 1992 sampai dengan 26 Juni 1998. Setelah 15 tahun tidak tayang, acara ini kembali ditayangkan di TVRI sejak bulan Maret 2013 sampai Agustus 2013 dengan pembawa acara Denny Chandra. Pada tahun 2014 sampai dengan maret 2015, kuis Siapa Dia ini tayang di Trans 7 dengan pembawa acara Ananda Omesh. Saat ini, kuis tersebut sudah tak tayang lagi.

Dulu waktu saya kecil, saya sering menonton kuis ini. Walaupun kuis Siapa Dia ini adopsi dari kuis what’s my line yang disiarkan di Amerika Serikat pada era 1950-an hingga 1970-an, saya tetap suka.

Selain merangsang otak untuk menerka-nerka, juga bisa buat hiburan. Ada salah satu episode kuis Siapa Dia pada tahun 1990-an yang paling berkesan dan masih melekat di benak saya hingga saat ini. Episode yang mendatang anak mantan presiden Indonesia pertama (Soekarno) di kuis tersebut. Saya lupa, antara Guntur atau Guruh Soekarno Putra. Pokoknya antara dua orang itu bintang tamunya.

Aturan main dalam kuis itu adalah peserta diintruksikan untuk menebak siapakah tokoh yang didatangkan dalam acara tersebut. Mulai dari menebak tokoh yang memperlihatkan wajah 1/4 saja, hingga menebak siapa bintang tamu yang dihadirkan pada saat itu.

Nah, pada saat anak Soekarno itu jadi bintang tamu, dan dirahasiakan identitasnya, peserta diintruksikan untuk menanyakan clue-clue yang sekiranya dapat dijadikan dasar untuk menebak siapa tokoh yang didatangkan tersebut.

Peserta menanyakan dari profesi hingga asal daerah tokoh. Ketika peserta kuis bertanya kepada tokoh yang dirahasiakan (yaitu anak Soekarno) tentang dari mana asal daerahnya, anak Soekarno itu menjawab; INDONESIA. Hingga dua kali ditanya dari mana asal daerahnya, putra Bung Besar itu tetap menjawab; INDONESIA.

Sampai penilaian final, peserta kuis tersebut tidak dapat menerka tokoh yg dihadirkan saat itu, kemudian mereka menyerah. Lalu disuruhlah anak Soekarno tersebut keluar dari balik layar, karena peserta tidak dapat menerka siapa dia sebenarnya.

Baru sadarlah para peserta bahwa sosok misterius yang sulit diketahui asal usul daerah dan etniknya itu adalah putra dari Bung Karno. Ini yang paling membuat saya takjub! Putra Bung Besar ini tidak mengaku berasal dari Blitar, Bali ataupun Bengkulu, tapi mengaku berasal dari INDONESIA! Padahal ia bisa saja mengaku berasal dari Blitar, Bali atau Bengkulu, karena Soekarno sendiri orangtuanya berasal dari sana. Ayah Soekarno dari Blitar dan ibunya berasal dari Bali.

Anak Soekarno itu juga bisa saja mengaku asal daerahnya dari Bengkulu, karena ibunya Fatmawati berkampung halaman di Bengkulu. Tapi ia tetap keukeh mengaku berasal dari Indonesia.

Saya menerka, inilah salah satu sikap nasionalisme ajaran dari Soekarno kepada anak-anaknya; mengaku orang Indonesia, bukan mengaku sebagai orang dari etnis tertentu. Menomorsatukan bangsa dan tanah air bukan menomorsatukan daerahnya. Bagi saya, sikap nasionalisme seperti inilah yang seharusnya diamini dan disikapi oleh warga Negara ini.

Lalu bagaimana dengan sikap nasionalisme anda? Apakah seperti anak Bung Karno? Atau seperti kebanyakan khalayak ramai yang mengaku nasionalisme dengan cara membela tim sepakbola nasional atau menikmati produk-produk buatan Indonesia tapi dalam hati dan ucapan tidak mengaku INDONESIA, tapi sebagai putra/putri etnis tertentu.

Coba Tanya pada diri anda sendiri, apakah ketika berkenalan dengan orang lain, anda mengaku berasal dari Indonesia? Apakah anda masih lebih suka menyebut etnis dan daerah anda berasal ketika berbicara dengan kenalan anda? Apakah dalam benak dan hati anda etnik dan suku anda yang lebih superior ketimbang bangsa anda?

Hendri Mahendra

(Visited 42 times, 1 visits today)

Last modified: 25 April 2016

Close